Jumat, 06 Januari 2012

Amalan Fatamorgana

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabatnya, " Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?" para sahabat yang ada ketika itu menjawab, " Orang yang bangkrut ialah orang yang kehilangan harta benda miliknya." Rasul berkata, "Bukan, orang yang demikian bukanlah orang yang bangkrut." Lalu Rasul melanjutkan, "Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasanya, pahala zakatnya, dan pahala hajinya, tetapi ketika semuanya akan ditimbang, datanglah orang - orang yang mengadu.

 'Ya Allah, dahulu orang ini pernah menuduhku berbuat suatu perbuatan tercela padahal aku tidak melakukannya. 'Lalu Allah memerintahkan orang yang diadukan itu untuk membayar orang yang mengadu dengan sebagian pahalanya. Dan selanjutnya datang lagi orang berikutnya yang mengadu. 'Ya Allah, dahulu hakku pernah diambil dengan sewenang - wenang oleh orang ini.' Lalu Allah menyuruh lagi membayar hak yang pernah diambilnya itu dengan pahala amal saleh yang pernah dikerjakannya. Kemudian datang lagi orang orang yang mengadu sampai seluruh pahala shalat, puasa, zakat, dan hajinya habis dipakai untuk membayar orang - orang yang mengadu tersebut yang pernah dituduh tanpa bukti, pernah dirampas haknya, pernah disakiti, pernah dihina, pernah dianiaya, dan sebagainya. Semuanya dibayarkan sampai tidak tersisa lagi pahala amal baiknya.

Tapi, ternyata masih datang juga orang yang mengadu. Allah memutuskan untuk memindahkan dosa kejahatan yang pernah dilakukan oleh yang mengadu itu kepadanya. Sehingga, jadilah dia memiliki beban dosa, bukannya pahal. "Rasulullah melanjutkan, " Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka. "

Allah swt. berfirman, "Dan orang - orang kafir amal - amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang - orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal - amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya." (Q.S. An-Nur 24 : 39)

Mungkin kita memang bukan orang kafir yang sebenarnya, tetapi kita harus waspada , karena siapa tahu amal - amal yang telah kita kerjakan ternyata seperti amalan - amalan orang - orang kafir sebagaimana disebutkan di dalam ayat tersebut.
Sumber : Tafakur ~ gado-gado simpang lima


Tidak ada komentar:

Posting Komentar