Sabtu, 07 Januari 2012

Free Forever

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur 
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisnya
Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek
Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya :

Untuk memotong rumput 2 Dinar
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1 Dinar
Untuk pergi ke toko disuruh ibu 1/2 Dinar
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja 1/2 Dinar
Untuk membuang sampah 1 Dinar
Untuk nilai yang bagus 3 Dinar
Untuk membersihkan dan menyapu halaman 1/2 Dinar
Jadi jumlah utang ibu 8 1/2 Dinar

Sang ibu memandangi anakanya dengan penuh harap 
Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu
Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya
Dan inilah yang ia tuliskan :

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Mengobati kamu dan mendoakan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijimlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Anakku..... dan kalau kamu menjumlahkan semuanya.
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya
Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Dan berkata. "Bu, aku sayang sekali sama ibu"
Kemudian ia mengambil pulpen
Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar : "LUNAS"

Sumber : Tafakur ~ gado-gado simpang lima

Makna Air Mata


Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?
     Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?" Ibunya menjawab, "Sebab ibu adalah seorang wanita, nak". "Aku tidak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tidak akan pernah mengerti..." Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa sebab yang jelas?" Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan." Hanya itu alasan yang bisa diberikan ayahnya.

     Lama kemudian anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya pada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama."

    " Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur."
    " Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu."
    " Kuberikan keperkasaan, yang membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sedang putus asa. Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah."
    " Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kenyamaan saat didekap dengan lembut olehnya."

     " Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuknya yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?"
     " Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali kebijaksanaan itu menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi."

     " Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun yang ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena dikakinyalah kita menemukan surga."


Sumber : Ketika Allah swt Lebih Menyayangi Wanita

Ungkapan Cinta Jalaludin Ar-Rumi

"Sesungguhnya tak mungkin pecinta mencari, tanpa dicari pula oleh kekasihnya. Apabila kilat cinta telah membakar hati ini, ketahuilah di hati telah bersemayam cinta yang penuh gelora. Apabila cinta Tuhan telah membara di relung hatimu, pastilah ia telah mencintaimu. Tiada suara tepuk tangan terdengar dari sebelah tangan. hikmah Tuhan dalam takdir hukum yang menjadikan kita saling mencintai. Oleh karenanya, setiap bagian ini ada pasangannya. Di mata orang bijak, langit adalah laki-laki, dan bumi adalah wanita. Dan, bumi memupuk apa yang dijatuhkan langit. Apabila bumi kekurangan panas maka langit mengirimkannya. Apabila ia kekurangan embun dan kesegaran maka langit memperbaruinya. "

 Kata bijak Ar-Rumi menjelaskan fenomena cinta yang selalu ada di setiap sisi kehidupan, di setiap benda hidup dan mati. Semua dipenuhi dengan lantunan cinta. Tapi ketahuilah, cinta yang disampaikan oleh Ar-Rumi adalah cinta istimewa memesona dan membahana, bukan bualan indah sesaat. Cinta seperti ini hanya dapat diraih setelah seseorang hidup bersama satu atap dengan sang kekasih di pelaminan kelak. Artinya, cinta tidak dipetik dari goda dan rayuan gombal, tapi cinta bersemi dari kebenaran fitrah manusia.

Sumber : JOSH ~ Jomblo Sampai Halal

Jumat, 06 Januari 2012

SKENARIO

Bukankah kebetulan...
Saat bumi berputar keliling matahari

Bukan kebetulan pula...
Ketika matahari pancarkan kehidupan di bumi

Pun bukan kebetulan...
Saat air mengalir melakukan siklusnya 

Bukanlah ketidaksengajaan...
Saat ibu melahirkan anak

Bukan pula ketidaksengajaan...
Ketika anak berkembang menjadi dewasa

Pun bukan ketidaksengajaan...
Saat seseorang membutuhkan teman

Sungguh...
Adalah sekenario Ilahi
Saat dua insan bertaut hati
Dalam suatu ikatan nan suci
Taati perintah Ilahi
Ikutilah nabi
Syukuri fitrah insani

*Tafakur~ gado-gado simpang lima

Amalan Fatamorgana

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabatnya, " Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?" para sahabat yang ada ketika itu menjawab, " Orang yang bangkrut ialah orang yang kehilangan harta benda miliknya." Rasul berkata, "Bukan, orang yang demikian bukanlah orang yang bangkrut." Lalu Rasul melanjutkan, "Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasanya, pahala zakatnya, dan pahala hajinya, tetapi ketika semuanya akan ditimbang, datanglah orang - orang yang mengadu.

 'Ya Allah, dahulu orang ini pernah menuduhku berbuat suatu perbuatan tercela padahal aku tidak melakukannya. 'Lalu Allah memerintahkan orang yang diadukan itu untuk membayar orang yang mengadu dengan sebagian pahalanya. Dan selanjutnya datang lagi orang berikutnya yang mengadu. 'Ya Allah, dahulu hakku pernah diambil dengan sewenang - wenang oleh orang ini.' Lalu Allah menyuruh lagi membayar hak yang pernah diambilnya itu dengan pahala amal saleh yang pernah dikerjakannya. Kemudian datang lagi orang orang yang mengadu sampai seluruh pahala shalat, puasa, zakat, dan hajinya habis dipakai untuk membayar orang - orang yang mengadu tersebut yang pernah dituduh tanpa bukti, pernah dirampas haknya, pernah disakiti, pernah dihina, pernah dianiaya, dan sebagainya. Semuanya dibayarkan sampai tidak tersisa lagi pahala amal baiknya.

Tapi, ternyata masih datang juga orang yang mengadu. Allah memutuskan untuk memindahkan dosa kejahatan yang pernah dilakukan oleh yang mengadu itu kepadanya. Sehingga, jadilah dia memiliki beban dosa, bukannya pahal. "Rasulullah melanjutkan, " Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka. "

Allah swt. berfirman, "Dan orang - orang kafir amal - amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang - orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal - amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya." (Q.S. An-Nur 24 : 39)

Mungkin kita memang bukan orang kafir yang sebenarnya, tetapi kita harus waspada , karena siapa tahu amal - amal yang telah kita kerjakan ternyata seperti amalan - amalan orang - orang kafir sebagaimana disebutkan di dalam ayat tersebut.
Sumber : Tafakur ~ gado-gado simpang lima